Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) Versi 3
OJK senantiasa mendukung komitmen net zero emission (NZE) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, termasuk menerbitkan kebijakan dan inisiatif yang mendorong peran sektor jasa keuangan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Indonesia. Melanjutkan penerbitan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 2 pada Februari 2025 dan ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance (ATSF) version 4 pada 6 November 2025, OJK menerbitkan TKBI versi 3 pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) tanggal 5 Februari 2026. Peluncuran ini menandai penyelesaian pengembangan standar klasifikasi aktivitas ekonomi berkelanjutan untuk seluruh NDC-related sector dan merupakan tonggak penting dalam perjalanan keuangan berkelanjutan di Indonesia.
TKBI merupakan kebijakan bersama hasil kolaborasi dan sinergi lintas kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan terkait. TKBI digunakan sebagai panduan untuk meningkatkan alokasi modal dan pembiayaan berkelanjutan dalam mendorong pencapaian target NZE Indonesia, yang disusun dengan prinsip scientific and credible, interoperable dan mendukung kepentingan nasional, serta inklusif yang dapat digunakan oleh berbagai skala pengguna baik korporasi maupun UMKM. Kerangka, elemen, dan kriteria TKBI menggunakan referensi utama ATSF dan kebijakan nasional, serta taksonomi global lain yang relevan.
TKBI dikembangkan dengan konsep “rumah tumbuh”, yang mana versi 1 memuat kerangka utama taksonomi dengan fokus sektor Energi. Sementara TKBI versi 2 mencakup technical screening criteria (TSC) untuk sektor Construction and Real Estate (C&RE), Transportation and Storage (T&S), dan sebagian Agriculture, Forestry, and Fishing (AFF) dalam hal ini sektor kehutanan dan perkebunan kelapa sawit. TKBI versi 3 yang mencakup TSC untuk 3 (tiga) focus sector, yaitu sektor AFF lanjutan (terdiri dari Pertanian; Perkebunan; Perikanan dan Kelautan; Perhutanan Sosial; Konservasi, Restorasi, dan Pemeliharaan Hutan Alam), Manufaktur, serta Water Supply, Sewerage, Waste Management, and Remediation (WSSWMR), dan 2 (dua) enabling sectors, yaitu Information & Communication (IC) dan Professional, Scientific & Technical Activities (PST). TKBI Versi 3 juga memperkenalkan konsep Sunsetting untuk TSC dan Grandfathering untuk instrumen keuangan, serta penilaian TKBI pada level entitas dan portofolio. Lebih lanjut, TKBI Versi 3 akan menjadi “versi lengkap” untuk focus sector yang merupakan NDC related sector dan enabling sector yang terkait.
Berikut rincian pengkinian yang terdapat dalam TKBI versi 3:
- Lampiran 3-Kriteria Teknis:
- Penambahan pemetaan kesesuaian KBLI 2017 dan KBLI 2025 untuk seluruh focus sector dan enabling sector;
- Sektor Energi: Penambahan TSC Aktivitas Pembangkit Tenaga Listrik Sampah (PLTSa) dan penyesuaian pada KBLI Carbon Capture and Storage dan Carbon Capture, Utilization and Storage;
- Penambahan TSC untuk sektor AFF Lanjutan, Manufaktur*, WSSWMR, dan enabling sector; *) Sektor Manufaktur akan terbagi dalam 2 (dua) Batch, yang mana Batch 1 telah terbit pada 5 Februari 2026 dan Batch 2 direncanakan pada Maret 2026, yang merupakan subsequent suplementary document (menjadi bagian yang tidak terpisah dari Buku TKBI versi 3).
- Lampiran 4-Pertanyaan Panduan untuk Penilaian Sector-agnostic Decision Tree (SDT): penambahan SDT DNSH sector specific untuk sektor AFF;
- Lampiran 5-Do No Significant Harm (DNSH): penambahan kriteria DNSH sector specific untuk sektor AFF;
- Lampiran 8-Contoh Penggunaan: penambahan use cases untuk sektor AFF Lanjutan, Manufaktur, WSSWMR, dan enabling sector;
- Lampiran 10-Daftar Ketentuan: penambahan daftar ketentuan untuk sektor AFF Lanjutan, Manufaktur, WSSWMR, dan enabling sector; dan
- Lampiran 13: Penilaian TKBI pada Tingkat Entitas dan Portofolio (Entity and Portfolio Assessment)
- Lampiran 14: Mekanisme Sunsetting dan Grandfathering
Ke depan sejalan dengan sifat living document, TKBI akan ditinjau secara berkala dalam rangka menjaga kekinian yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebijakan keuangan berkelanjutan di tingkat nasional dan global. Lebih lanjut penerapan TKBI ke depan akan mengarah pada kerangka regulasi sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
TKBI tersedia dalam bentuk buku dan slide deck dalam Bahasa Indonesia dan English version, video publikasi, FAQ, flyer, dan Public Consultation Summary Document. Dalam rangka mempermudah pemahaman TKBI, tersedia Taxonomy Navigator sebagai alat bantu diseminasi yang memiliki fitur pencarian aktivitas dan kriteria TKBI (explorer) serta fitur simulasi penilaian step-by-step (simulator). Taxonomy Navigator dapat diakses melalui media online yang tersedia pada website SFIH (https://gapura.ojk.go.id/taxonavi).
Otoritas Jasa Keuangan
Direktorat Keuangan Berkelanjutan (DUKB)
Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi (DSKT)
Email: sustainablefinance@ojk.go.id
- Joko Siswanto
- Jarot Suroyo
- Yuki Yasarani
- Amanda Sarina Rumbaf
- Muhammad Yamin
- Bagus Joko Puruitomo
- Budiman Eka Saputra Rohman
- Retnia Wulandari
- Jonathan Evert Rayon
- Hygea Mawarny